Deskripsi Dataset

DATA

 

No

Resolusi

Satelit

Free

 

Syarat & Ketentuan

01

Low Resolution

NOAA

 

02

Low Resolution

MODIS TERRA

 

03

Low Resolution

MODIS AQUA

 

04

Low Resolution

NPP-NPOESS

 

05

Medium Resolution

LANDSAT 5

 

06

Medium Resolution

LANDSAT 7

 

07

Medium Resolution

LANDSAT 8

 

08

Medium Resolution

ALOS(AVNIR, PRISM)

 

09

Medium Resolution

SPOT 2

 

10

Medium Resolution

SPOT 4

 

11

High Resolution

SPOT 5

 

12

High Resolution

SPOT 6

 

13

High Resolution

IKONOS

 

14

High Resolution

QUICKBIRD

 

15

High Resolution

PLEIADES

 

16

High Resolution

WORLDVIEW

 

17

High Resolution

GEO EYE

 

18

High Resolution

RAPID EYE

 

19

Radar

RADARSAT

 

20

Radar

TERRASAR

 

21

Radar

ALOS PALSAR

 










































DATASET RESOLUSI TINGGI

SPOT-5

Satellite Sensor SPOT-5 diluncurkan dengan menggunakan roket luar angkasa Ariane 4 pada tanggal 3 Mei 2002 di Pusat Antariksa Guyana, Kourou, Amerika Selatan. Dataset SPOT-5 menawarkan citra yang sangat baik. Cakupan satelit ini dapat digunakan untuk antara lain: pemetaan wilayah dengan skala menengah yaitu sebesar 1:25.000 dan 1:10.000, perencanaan daerah perkotaan dan pedesaan, eksplorasi minyak bumi dan gas, serta digunakan untuk mengetahui kondisi daerah bencana alam. SPOT-5 dapat dikategorikan sebagai resolusi tinggi karena dapat menghasilkan citra dengan resolusi paling kecil sebesar 5 meter, kemudian berikutnya 10 meter hingga 20 meter.


SPOT-6

Satelit Sensor SPOT-6 diluncurkan dengan roket luar angkasa PSLV di Pusat Antariksa Satish Dhawan, India pada tanggal 9 September 2012. Dataset SPOT-6 merupakan penyempurnaan dari satelit sensor sebelumnya (SPOT-4 dan SPOT-5) karena satelit sensor ini memiliki kemampuan untuk mengorbit kembali ke titik awal dengan waktu 1 hari. Selain itu daerah cakupan yang mampu didapat oleh satelit sensor ini adalah sebesar 6 juta km2 setiap harinya. Penggunaan dataset citra satelit ini hampir sama dengan SPOT-5 yaitu mampu digunakan untuk: pemetaan wilayah, perencanaan daerah perkotaan dan pedesaan, eksplorasi minyak bumi dan gas, serta digunakan untuk mengetahui kondisi daerah bencana alam. Resolusi yang dihasilkan oleh SPOT-6 lebih besari dari SPOT-5 Akan tetapi dengan resolusi yang lebih tinggi lagi yaitu sebesar 1,5 meter.


IKONOS

Satelit Sensor IKONOS diluncurkan pada tanggal 24 September 1999 di Pangkalan Udara Vandenberg, California, Amerika Serikat. IKONOS yang dioperasikan oleh DigitalGlobe mampu menghasilkan data citra yang dapat digunakan untuk antara lain: pemetaan di daerah perkotaan dan terpencil dengan meninjau sumber daya alam dan bencana alamnya, pemetaan sebagai kebutuhan perpajakan (PBB), analisis daerah pertanian dan perhutanan, pertambangan, konstruksi, dan mendeteksi perubahan. Selain itu satelit ini mampu menghasilkan data dengan resolusi sebesar 0,82 meter untuk jenis pankromatik (setara dengan infrared) hingga resolusi sebesar 3,2 meter untuk jenis multispektral. Dengan resolusi sebesar itu dapat dikategorikan sebagai satelit dengan resolusi tinggi.


QUICKBIRD

Satelit ini berhasil diluncurkan pada tanggal 18 Oktober 2001 di Pangkalan Udara Vandenberg, California, Amerika Serikat. Satelit ini memiliki komponen sensor yang dinamakan BGIS 2000 yang mampu mendapatkan data citra dengan resolusi 0,65 meter. Satelit ini mampu menghasilkan sumber data lingkungan yang sangat berguna untuk menganalisis perubahan penggunaan lahan, pertanian, dan perhutanan. Selain itu Quickbird dapat juga diaplikasikan ke beberapa industri, antara lain: eksplorasi dan produksi migas, konstruksi, serta digunakan untuk penelitian tentang lingkungan.


PLEIADES

AIRBUS Defence & Space meluncurkan dua tipe Satelit Sensor Pleiades yaitu untuk tipe Pleiades 1A pada tanggal 16 Desember 2011 sedangkan untuk Pleiades 1B pada tanggal 2 Desember 2012. Satelit ini diterbangkan dengan menggunakan peluncur Soyuz Capsule di Badan Antariksa Eropa, French Guiana. Dengan diluncurkannya dua satelit ini memungkinkan untuk bergerak kembali ke titik yang sama di setiap lokasi selama 1 hari. Cakupan yang dihasilkan oleh citra satelit ini adalah sebesar 1000 x 1000 km2 dengan resolusi sebesar 0,5 meter. Citra satelit ini ideal untuk digunakan sebagai pemetaan dengan daerah berskala besar untuk keperluan proyek pembangunan, memonitor daerah industri pertambangan dan juga untuk keperluan militer, memantau daerah konflik dan daerah yang terkena bencana, serta untuk kebutuhan evakuasi operasi penyelamatan.


WORLDVIEW

Satelit WorldView telah diluncurkan sebanyak tiga kali antara lain: WorldView-1 pada tanggal 18 September 2007, WorldView-2 pada tanggal 8 Oktober 2009, dan WorldView-3 pada tanggal 13 Agustus 2014. Ketiga jenis satelit ini diluncurkan di Pangkalan Udara Vandenberg, California, Amerika Serikat. Untuk resolusi yang dihasilkan, WorldView-1 dan WorldView-2 memiliki resolusi sebesar 0,46 meter sedangkan WorldView-3 memiliki resolusi sebesar 0,31 meter. Data citra yang dihasilkan dapat digunakan untuk: keperluan komersil atau pertahanan atau militer, mendeteksi perubahan daerah, bencana alam seperti banjir dan meninjau pembangunan di suatu tempat, mendeteksi lapisan tanah dan vegetasi, juga digunakan untuk pertambangan, eksplorasi minyak bumi dan gas, serta untuk keperluan geologi. Selain itu citra satelit ini juga dapat diaplikasikan untuk meninjau batimetri dasar laut, dan diaplikasikan di daerah pesisir.


GEOEYE

Satelit GeoEye versi pertama (GeoEye-1) telah diluncurkan pada tanggal 6 September 2008 di Pangkalan Udara Vandenberg, California, Amerika Serikat. Direncanakan pula akan diluncurkan Satelit GeoEye-2 (WorldView-4) pada tahun 2013 akan tetapi diundur hingga tahun 2016. GeoEye-1 mampu menghasilkan data dengan resolusi sebesar 0,46 meter untuk pankromatik dan 1,84 meter untuk multispektral. Fungsi dari data citra satelit ini hampir sama dengan satelit yang sudah dijelaskan sebelumnya, antara lain: pemantauan daerah pemukiman, pertambangan, dan untuk meninjau daerah yang terkena bencana alam.


RAPIDEYE

Satelit Sensor RapidEye telah berhasil diluncurkan pada tanggal 29 Agustus 2008 di Baikonur Cosmodrome, Kazakhstan. Sebanyak 5 satelit RapidEye diluncurkan pada tanggal yang sama dengan tujuan untuk mendapatkan cakupan area yang sangat luas, interval untuk kembali ke titik semula lebih sering frekuensinya, resolusi tinggi, dan kemampuan untuk menghasilkan citra multispektral. Citra dari RapidEye dapat digunakan untuk keperluan industri, antara lain: pertanian, perhutanan, eksplorasi migas, pembangunan sumber energi, keperluan pemerintahan, kartografi, dan pertambangan. Cakupan dari sensor satelit ini adalah sebesar 4 juta km2 tiap harinya dengan resolusi sebesar 6,5 meter. Masing-masing satelit (5 satelit) memiliki bobot sebesar 150 kg. Keunggulan satelit ini terdapat Red-Edge band yang digunakan untuk mendeteksi perubahan klorofil.

Rub' al Khali,
Saudia Arabia
Kep. Maladewa,
Samudera Hindia
Teluk Bambetoka,
Madagaskar

DATASET RESOLUSI MENENGAH


LANDSAT-5

Satelit Sensor LANDSAT-5 diluncurkan pada tanggal 1 Maret 1984 di Pangkalan Udara Vandenberg, California, Amerika Serikat. Citra yang dihasilkan oleh LANDSAT-5 dapat digunakan untuk memantau daerah bencana, memantau variabilitas dan perubahan iklim, praktek penggunaan lahan, pembangunan dan urbanisasi, perubahan ekosistem, mendeteksi daerah yang terdapat air tawar seperti sungai/ danau/ bendungan untuk meninjau penggunaannya, serta perubahan lahan pertanian. Citra yang dihasilkan oleh satelit ini memiliki resolusi sebesar 30 meter dan 120 meter.


LANDSAT-7

Satelit Sensor LANDSAT-7 diluncurkan pada tanggal 15 April 1999 di Pangkalan Udara Vandenberg, California, Amerika Serikat. Hampir sama dengan LANDSAT-5, citra yang dihasilkan oleh Satelit Sensor LANDSAT-7 dapat digunakan untuk kebutuhan penelitian daerah pertanian, perhutanan, pertambangan, mendeteksi penggunaan lahan. Data citra satelit ini memiliki resolusi sebesar 15 meter hingga 90 meter.


LANDSAT-8

Satelit Sensor LANDSAT-8 berhasil diluncurkan pada tanggal 11 Februari 2013 dari Pangkalan Udara Vandenberg, California, Amerika Serikat. Satelit ini akan bergabung dengan orbit LANDSAT-7. LANDSAT-8 memiliki dua macam sensor yaitu Operational Land Imager (OLI) dan Thermal Infrared Sensors (TIRS). Sensor OLI digunakan untuk memantau daerah pemukiman, pertanian, perhutanan, dan penggunaan lahan. Sedangkan TIRS digunakan untuk memantau sumber-sumber air tawar yang digunakan untuk konsumsi. Dengan terdapatnya dua sensor pada LANDSAT-8 membuat satelit ini memiliki resolusi yang beragam antara lain: multispektral 30 meter dan pankromatik 15 meter untuk sensor OLI, serta 100 meter untuk sensor TIRS.


ALOS

Satelit Sensor ALOS pertama kali diluncurkan pada tanggal 24 Januari 2006 dari Pusat Antariksa Tanegashima, Jepang. ALOS yang juga dinamakan “Daichi” memiliki kemampuan untuk mendeteksi bencana alam, survey sumber daya alam, dan pengembangan teknologi. Terdapat dua sensor pada satelit ini yaitu Advanced Visible and Near Infrared Radiometer type 2 (ANVIR-2) yang digunakan untuk observasi daratan serta Phased Array type L-band Synthetic Aperture Radar (PALSAR) yang mampu mendeteksi dalam segala kondisi cuaca dan waktu kapanpun. Pada tahun 2014 lebih tepatnya tanggal 24 Mei 2014 diluncurkan ALOS-2 yang memiliki misi yang sama dengan pendahulunya. Resolusi yang dihasilkan satelit ini adalah 2,5 meter untuk pankromatik dan 10 meter untuk multispektral.


SPOT-2

spot2
Image Copyright © rammb.cira.colostate.edu

Satelit Sensor SPOT-2 diluncurkan pada tanggal 22 Januari 1990 di Pusat Antariksa Guyana, Kourou, French Guyana, Amerika Selatan. Data yang dihasilkan oleh SPOT-2 adalah untuk digunakan sebagai pemantauan vegetasi, pertanian, perhutanan, tanah, geologi, erosi, eksplorasi minyak bumi dan mineral, sumber-sumber air, perencanaan daerah pemukiman, pemantauan pembangunan, pemantauan pengembangan di suatu daerah, serta memonitor lingkungan. Resolusi SPOT-2 adalah 10 meter untuk pankromatik dan 20 meter untuk multispektral.


SPOT-4

spot4
Image Copyright © rammb.cira.colostate.edu

Satelit Sensor SPOT-4 diluncurkan pada tanggal 24 Maret 1998 di Pusat Antariksa Guyana, Kourou, French Guyana, Amerika Selatan. Satelit ini merupakan penyempurnaan dari SPOT-2 dengan misi dan resolusi yang sama.


DATASET RESOLUSI RENDAH


NOAA

noaa
Image Copyright © star.nesdis.noaa.gov

Proyek Satelit NOAA (National Oceanic and Atmospheric) sudah berjalan sangat lama. Sudah tercatat hingga tipe NOAA-19 yang mengorbit di atas bumi. NOAA-1 pertama kali diluncurkan pada tanggal 11 Desember 1970 sedangkan yang terakhir diluncurkan yaitu NOAA-19 pada tanggal 6 Februari 2009. Satelit ini umumnya digunakan untuk memantau kondisi cuaca secara global sehingga dapat digunakan untuk pemodelan prakiraan cuaca. Selain itu satelit ini mampu mendeteksi abu vulkanik, dan juga digunakan untuk penelitian fisis di laut. Karena fungsi satelit NOAA lebih digunakan untuk pemantauan secara global resolusi yang disajikan juga besar ada yang 1 km ada pula yang sebesar 1o (111,12 km).


MODIS TERRA

terra
Image Copyright © geog.uscb.edu

Satelit MODIS TERRA yang merupakan satelit riset milik NASA mempunyai misi untuk penelitian iklim di dunia. Satelit ini diluncurkan pada tanggal 18 Desember 1999 dari Pangkalan Udara Vandenberg, California, Amerika Serikat. MODIS TERRA berguna untuk membantu peneliti mengkaji pencemaran polusi yang terjadi di dunia seperti tren persebaran CO2 dan aerosol. Dalam MODIS TERRA terdapat instrumen sensor dengan fungsi masing-masing antara lain:

  • ASTER (Advanced Spaceborne Thermal Emission and Reflection Radiometer): menghasilkan citra detil bentuk muka bumi dengan temperatur tanah, emisivitas permukaan bumi, refleksi, dan elevasi.
  • CERES (Cloud and the Earth’s Radiant Energy System): dapat menghasilkan analisis perubahan iklim dan memantau kondisi awan di bumi.
  • MISR (Multi-angle Imaging Spectro Radiometer): digunakan untuk memonitor konsentrasi partikel aerosol di atmosfir.
  • MODIS (Moderate-resolution Imaging Spectroradiometer): digunakan untuk memonitor cakupan awan serta memonitor temperatur permukaan di laut/ darat/ lapisan atmosfir bagian bawah.
  • MOPITT (Measurement of Pollution in the Troposphere): digunakan untuk memonitor polusi yang terdapat di lapisan atmosfir bagian bawah.

MODIS AQUA

aqua
Image Copyright © earthobservatory.nasa.gov

Satelit MODIS AQUA miliki NASA bertujuan untuk penelitian ilmiah mengamati fenomena alam yang terjadi seperti: presipitasi, evaporasi, dan siklus air. Satelit ini diluncurkan pada tanggal 4 Mei 2002 dari Pangkalan Udara Vandenberg, California, Amerika Serikat. Di dalam MODIS AQUA terdapat instrumen sensor yang digunakan untuk mengkaji kandungan air di permukaan bumi dan di atmosfir.

  • AMSR-E (Advanced Microwave Scanning Radiometer-EOS): mengukur sifat atau properti awan, temperatur permukaan air laut, angin dekat permukaan bumi, fluks radiasi energi, air di permukaan bumi, lapisan es, dan salju.
  • MODIS (Moderate-resolution Imaging Spectroradiometer): digunakan untuk memonitor cakupan awan serta memonitor temperatur permukaan di laut/ darat/ lapisan atmosfir bagian bawah.
  • AMSU-A (Advanced Microwave Sounding Unit): digunakan untuk mengukur temperatur lapisan atmosfir dan kelembaban.
  • AIRS (Atmospheric Infrared Sounder): mengukur temperatur permukaan dan kelembaban, serta temperatur darat dan permukaan laut.

NPP-NPOESS

Satelit milik Amerika ini digunakan untuk memonitor cuaca di bumi, kondisi atmosfir, laut, daratan, dan daerah yang berbatasan dengan luar angkasa. Satelit ini dikendalikan oleh NASA dan diluncurkan pada tanggal 28 Oktober 2011.

Pergerakan Debu
Mendeteksi Ozon

DATASET RESOLUSI RADAR


RADARSAT

Diluncurkan pada tanggal 14 Desember 2007 oleh Badan Luar Angkasa milik Kanada. RADARSAT diluncurkan dengan Soyuz dari Kazakhstan. Satelit ini memiliki berbagai macam fungsi yaitu untuk memonitor lapisan es, pencemaran minyak, mendeteksi kapal, dan membuat peta denga resolusi tinggi.

Antartika
New Zealand

TERRASAR

terrasar
Radar Terrasar

Diluncurkan pada tanggal 15 Juni 2007 oleh Badan Antariksa Jerman (German Aerospace Center/ DLR) yang bekerjasama dengan EADS Astrium. Satelit radar ini memiliki resolusi dari 1 - 16 meter dimana semakin kecil resolusinya maka semakin kecil pula daerah cakupannya. Data yang dihasilkan oleh satelit ini digunakan untuk: pergerakan permukaan tanah, penggunaan tanah, keperluan dalam memonitor fenomena alam, dan digunakan untuk mendeteksi bencana alam.

Dessau, Jerman
Gunung Bromo

ALOS PALSAR

alospalsar
Radar Alos Palsar

ALOS PALSAR merupaka misi gabungan dengan ALOS. PALSAR sebenarnya merupakan sensor radar yang terdapat dalam ALOS. PALSAR digunakan untuk mendeteksi daerah hutan, cakupan permukaan es, bencana alam, dan lain-lain.

Hutan Amazon
Hutan di Dunia